Kedudukan
Akhlaq dalam Islam
Berabad-abad sebelum lahirnya agama Islam, dunia ini dipenuhi
dengan kegelapan dengan runtuhnya peradaban manusia. Manusia tidak lagi
memiliki moral, hidup semaunya, dan hanya mengikuti hawa nafsu semata. Hal tersebut
terjadi karena terjadinya penyimpangan manusia dari agama Tauhid yang telah
dianut leluhurnya, sejak Nabi Adam hingga Nabi Isa AS.
Agama tauhid yang dibawa oleh para Nabi-nabi terdahulu sampai masa
sebelum lahirnya Agama Islam. Selalu menjada martabat manusia agar tidak
mengalami penurunan moral yang mengakibatkan menyamai martabat binatang. Tetapi
apa yang di kawatirkan olaeh Nabi-nabi, benaar-benar terjadi di kalangan
Manusia. Dimana mereka merusak dirinya dengan berbagai macam kezaliman bahkan
Nabi-Nya juga dimusuhi. Dengan alasan bahwa dialah yang menghalang-halangi
kebebasan mereka melakuka hal-hal yang dikehendakinya.[1]
Dapat dilihat didalam Al-Quran seruan-seruan Nabi-nabi dalam yang
mengajak umatnya menyembah Allah. Karena keadaannya sudah terlalu sesat dalam
kemusyrikan, dan mereka sudah terlamapau jauh dari kedudukannya sebagai hamba
Allah. Yang seharusnya bertugas untuk menyembahnya. Serta semakin bergeser
darikedudukannya sebagai khalifah dibumi, yang seharusnya bertugas untuk
memakmurkan dunia beserta penghuninya.
Kedua macam tugas tersebut \, harus diperkuat dengan jiwa tauhid, yang dipelihara dengan ibadah
kepada Allah SWT. Seruan-seruan para nabi yang merangkai perintah ibadah dengan
perkataan yang mengandung perintah untuk meng-Esa-kan Allah. Hal ini dapat
dilihat pada ayat-ayat Al-Qur’an yang berbuunyi:
1.
Q.S.
Huud(11:25-26)
(25). dan Sesungguhnya Kami telah mengutus
Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): "Sesungguhnya aku adalah pemberi
peringatan yang nyata bagi kamu, (26). agar kamu tidak menyembah selain Allah.
Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan".
2. Q.S. Huud(11:5)
5. Ingatlah, Sesungguhnya (orang munafik itu)
memalingkan dada mereka untuk Menyembunyikan diri daripadanya (Muhammad)[708].
Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa
yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan, Sesungguhnya Allah Maha
mengetahui segala isi hati.
[708] Maksudnya: Menyembunyikan perasaan
permusuhan dan kemunafikan mereka terhadap Nabi Muhammad s.a.w.
3. Q.S. Huud(11:61)
61. dan kepada Tsamud (kami utus) saudara
mereka shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali
tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah)
dan menjadikan kamu pemakmurnya[726], karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian
bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku Amat dekat (rahmat-Nya) lagi
memperkenankan (doa hamba-Nya)."
[726] Maksudnya: manusia dijadikan
penghuni dunia untuk menguasai dan memakmurkan dunia.
Untuk mengetahui akhlak dalam Islam, maka
perlu diuraikan bahwa ada tiga macam sendi Islam, yang tidak dapat dipisahkan
antara satu dengan lainnya sehingga kualitas seorang muslim selalu dapat diukur
dengan pelaksanaannya terhadap tiga macam sendi tersebut, yang mencakup:
1.
Masalah
Aqidah, yang meliputi enam macam rukun iman, dengan kewajiban percaya kepada
Allah, Malaikat-malaikatnya, Kitab-kitabnya,Rasul-rasulnya,, hari akhirat, Qada dan Qadar. Yang semuanya dibahas secara
rinci dalam Ilmu Tauhid.
2.
Masalah
Syari’ah; yang meliputi pengabdian hamba terhadap tuhan-Nya, yang dapat dilihat pada
rukun islam yang lima, dengan kewajiban mengucapkan dua kalimat syahadat,
mendirikan shalat,mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan serta
menunaikan haji di baitullah. Dan mu’amalah juga termasuk dalam syari’at,
yangmeliputi perkawinan, pewarisan, hubungan perekonomian, perlindungan hak dan
kewajiban manusia dan sebagainya. Yang telah dibahas secara rinci dalam Ilmu
Fiqih.
3.
Masalah
ihsan ; yang meliputi hubungan baik terhadap Allah, terhadap sesama manusia, serta
terhadap seluruh makhluk di dunia ini.
Pembahasan secara rinci terdapat dalam ilmu Akhlak dan ilmu Tasawuf.
Jadi kita ketahui bahwa akhlak dalam Islam menempati
sendi yang ketiga dengan fungsi selalu mewarnai sikap dan prilaku manusia dalam
memanifestasikan keimanannya, ibadahnya serta muamalahnya terhadap sesama
manusia. maka kita sering mendapati kitab yang membahas masalah akhlak.
Masyarakat islam tidak boleh rusak tatanannya,
sebagaimana halnya umat-umat terdahulu. Maka Rasulullah diuttus untuk menyempurnakan
akhlak mulia, sebagai suatu ajaran dalam Islam dalam islam yang bermaksud untuk
memperbaiki kepribadian manusia. Maka dalam hal ini ada sebuah hadis yang
menerangkan sebagai berikut:
Artinya: bersabda Rasulullah SAW. Bahwa sanya aku
diutus ( sebagai Rasul) untuk menyempurnakan akhlak mulia H.R. Al-Bukhari. Yang
bersumber dari abi hurairah.
Ibnu ‘Abdi Rabbih mengatakan kesempurnaan aklhlak yang
dimaksud hadist itu, bila seseorang sudah melaksanakan perintah ayat 199 surah
Al-A’raaf. Yang menekankan tiga perintah
1.
Jadilah
engkau pemaaf
Selalu
menghubungkan silaturahmi dan berdamai dengan orang-orang yang telah berbuat
zalim kepada kita.
2.
Suruhlah
orang melaksanakan yang ma’ruf
Dengan
cara bertaqwa kepada Allah. Dan menjaga perkataan dari kebohongan.
3.
Berpalinglah
dari orang-orang yang jahil
Dengan cara tidak menyamai sikap dan prilakunya serta
tidak memberikan peluang bagi mereka untuk mempengaruhi orang-orang baik untuk
menjadi jahil.
Akhlak mullia selalu melengkapi keimanan
untuk menuju kepada kesempurnaan kepribadian manusia, sebagaimana keterangan
hadits yang berbunyi:
Artinya : Bersabda Rasulullah SAW, paling
sempurna keimanan orang-orang mu’min( kalau) akhlaknya lebih baik...H.R.
At-Tirmidzify

0 komentar:
Posting Komentar